2 Pelaku Begal Anggota TNI AL di Tegal, Diringkus Polisi Dua Lainya Masih Buron

2 Pelaku Begal Anggota TNI AL di Tegal, Diringkus Polisi Dua Lainya Masih Buron
Dua pelaku pembegal anggota TNI dihadirkan saat pers conference di gedung SSB Polres Tegal, Jumat (14/4/2023). (foto arif/jnews)

Slawi, Jnews

Unit Resmob Polres Tegal dan Unit Jatrantas Polda Jateng di bantu Personel TNI berhasil menangkap dua orang pelaku begal terhadap anggota TNI AL yang terjadi di Tegal yang terjadi pada (7/4/2023), lalu.

Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan kedua tersangka yakni bernama Mulyadi dan Atmin ditangkap dilokasi yang berbeda pada Kamis (13/4/2023) kemarin. hal itu disampaikan Kapolres saat pers conference, di gedung SSB Polres Tegal, Jumat (14/4/2023) sore tadi.

“Mulyadi ditangkap di indekosnya di Bumiayu Kabupaten Brebes pukul 06.00 WIB dan Atmin ditangkap satu jam setelahnya di wilayah Brebes di rumah kontrakannya.

Dalam pengamanan ini, kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena pelaku berusaha melarikan diri. Sementara itu kedua tersangka sudah kita mintai keterangan dan diamankan di Polres Tegal,” ujar Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun ,Jumat (14/4/2023) sore.

Kasat Reskrim AKP Vonny Farizky juga menuturkan pihaknya  saat ini tengah mengejar dua pelaku lainnya. Sebab dari hasil pemeriksaan, total ada empat pelaku begal.

“Berdasarkan keterangan dua tersangka yang sudah ditangkap, dua pelaku lain perempuan dan laki-laki, masih dalam pengejaran tim gabungan Personel Resmob Polres Tegal, dibantu TNI.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Vonny Farizky juga menjelaskan tentang kronologi kejadian kasus ini, bermula ketika korban mendarat di Bandara Soekarno-Harta usai terbang dari Sorong, Papua pada Kamis (7/4/2023).

Kemudian, korban yang hendak menuju ke Semarang bertemu kedua pelaku dan ditawari untuk menggunakan layanan jasa travel itu.

“Dalam perjalanan, korban diberitahu akan menjemput dua penumpang lainnya. Padahal itu adalah tipu daya pelaku dan dua orang itu adalah komplotannya.

Ketika komplotan itu sudah lengkap, lanjutnya, kemudian melanjutkan perjalanan dan sempat berhenti di rest area. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dan di tengah jalan korban tertidur karena lelah.

Saat dalam kondisi tidur, korban kemudian diikat menggunakan lakban oleh para pelaku. Korban yang akhirnya terbangun lalu diancam dan dirampok oleh para pelaku.

“Perjalanan menggunakan mobil avanza dalam perjalanan korban disekap kemudian kaki diikat lakban dan diancam menggunakan senjata tajam. Kemudian pelaku meminta nomor pin ATM ada dua ATM kemudian yang bersangkutan juga tas uang di kantong diambil pelaku,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp. 8 juta dan mengalami sejumlah luka akibat dipukuli korban. Usai melancarkan aksinya, korban kemudian dibuang di wilayah Tegal tepatnya di Kecamatan Kedungbanteng.

“Korban setelah dibuang teriak minta tolong dan ada warga yang melihat kemudian di tolong dan dibawa ke Polsek.

Disisi lain Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat ditemui jagatnews, Jumat (14/4/2023) juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan perjalanan mudik menggunakan angkutan umum.

“Pilih travel yang resmi, semisal dari bandara atau terminal pastikan travel tersebut terdaftar di salah satu lokasi itu. Yang jelas, carilah informasi sebelum mengenakan jasa travel tersebut,” pungkasnya.


(arif/r/n)